Article Detail


Kegiatan Akhir Semester

SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya menyelenggarakan kegiatan Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 pada Jumat, 19 Desember 2025.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB ini digelar di Aula Lantai 1 SD Santo Yosef Surabaya dan diikuti dengan antusias oleh seluruh warga sekolah serta orang tua murid.

Perlengkapan sekolah

Acara dibuka secara meriah oleh para siswa yang bertugas sebagai pembawa acara lintas jenjang. Siswa kelas 6, 5, dan 4 secara bergantian memandu jalannya pembukaan dengan percaya diri.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Yosephine, sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan pembelajaran dan karya siswa selama satu semester.

Suasana semakin khidmat sekaligus semarak saat seluruh peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Yayasan Tarakanita yang diiringi alunan kolintang oleh Tim Kolintang kelas 5 dan 6, dengan dirigen Beatrice Kinanti. Penampilan ini mendapat apresiasi hangat dari seluruh hadirin.

Pembelajaran Bermakna

Dalam sambutannya, Kepala SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya, Bapak Antonius Gunarto, S.Pd., menyampaikan bahwa Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler merupakan wadah penting bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran yang bermakna.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar konsep  sains dan seni, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, keberanian berkomunikasi, serta kemampuan bekerja sama. Inilah wujud pembelajaran yang utuh,” ungkapnya.

Usai sambutan, kegiatan inti dimulai dengan kunjungan ke stand Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler setiap kelas. Para MC berkeliling stand, mewawancarai peserta didik dan wali murid yang hadir.

Penampilan Masing-masing Kelas

Setiap kelas menampilkan proyek sains dan karya kreatif yang beragam, mulai dari eksperimen sederhana hingga penerapan konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.

Kelas 1 dan 2 menampilkan eksperimen sains dasar seperti “Gas Ajaib di Dalam Balon” dan “Benda Ringan atau Berat: Siapa yang Mengapung?”, dipadukan dengan pameran karya seni berupa gambar, kolase, dan finger printing.

Kelas 3 menghadirkan permainan sains bertema gravitasi, balon tahan api, serta pigora unik dari kardus. Sementara itu, kelas 4 menampilkan proyek tentang Hukum Archimedes, kapilaritas pada tumbuhan, serta kreasi kerajinan dari cangkang kulit telur.

 Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler di SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya.

Kreativitas semakin berkembang di kelas 5 dengan proyek Marangoni Effect, Rainbow Stem, hingga Eco-Christmas  Art Exhibition yang memadukan sains dan kepedulian lingkungan.

Kelas 6 menutup pameran dengan proyek Maze Magnetic, Slime dan fluida non-Newton, serta pameran karya sastra dan seni seperti lukisan, makrame, puisi, dan flip book.

Kanaya, salah satu siswa kelas 6 SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler.

Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan ini ia merasa senang karena bisa mempresentasikan hasil proyeknya kepada teman, guru, dan orang tua.

“Saya belajar bekerja sama dengan teman satu kelompok, berani menjelaskan percobaan yang kami buat, dan bangga karena karya kami bisa dilihat banyak orang. Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri dan semakin tertarik belajar sains dan berkarya,” tuturnya.

Kegiatan Science Fair Project yang digelar di SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya tidak hanya menjadi ajang unjuk karya siswa, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif orang tua dan pengunjung.

Partisipasi Orang Tua

Dalam kegiatan ini, sekolah membuka ruang bagi orang tua dan pengunjung untuk turut serta memilih Juara Favorit Science Fair Project sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keberanian siswa dalam mempresentasikan karyanya.

Penilaian juara favorit dibagi dalam dua kategori, yaitu kelas kecil (kelas 1–3) dan kelas besar (kelas 4–6). Orang tua dan pengunjung yang hadir diajak berkeliling ke setiap stan untuk menyimak penjelasan siswa mengenai proyek sains yang ditampilkan.

Setelah itu, mereka memberikan suara berdasarkan kesan terhadap kreativitas, pemahaman konsep, cara penyampaian, serta keunikan karya yang ditampilkan oleh masing-masing kelompok.

Keterlibatan orang tua dan pengunjung ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Selain menambah semarak suasana pameran, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan keluarga. Para siswa tampak semakin antusias dan percaya diri saat menjelaskan proyek mereka, karena mendapatkan perhatian langsung dari pengunjung di luar guru dan teman sebaya.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa pemilihan juara favorit ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik bagi siswa. Anak-anak belajar bahwa karya mereka diapresiasi oleh banyak pihak, sekaligus dilatih untuk berkomunikasi, menerima tanggapan, dan menghargai perbedaan pilihan.

Dengan adanya penentuan juara favorit melalui partisipasi orang tua dan pengunjung, Science Fair Project SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang menyenangkan dan bermakna.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong semangat belajar, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan potensi mereka.

Science Fair Project dan Pameran Karya Kokurikuler Semester Ganjil TA 2025/2026 menjadi bukti komitmen SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga perayaan proses belajar yang menggembirakan dan inspiratif bagi seluruh komunitas sekolah. (Ratih June)

 

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment